Baca juga artikel menarik lainnya di iidiott.blogspot.com . Pecinta wikipedia? tambah pengetahuanmu di Pharmachylious . Keep Enjoi bro
Tampilkan postingan dengan label fotografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fotografi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Oktober 2012

Belajar fotografi : 7 tips fotojurnalisme

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjo6pPjA8HS4uGxpVG4ZQgYqeg7gyoStdzRxeMbHPphmkgcOXXaQTHh3mKyfj53yVB9ciPlPhPTWY-nQyn9186tQSxBQlggl4Nq7jBlY0_-kfXBobzbIeu5phJs_w1MkMKaHfIf9NxxQDcQ/s320/24_foto-jurnalistik-tempo-2008.gif

Damir Sagolj adalah fotografer Reuter asal Sarajevo yang berbasis di Thailand. Dalam artikel ini, dia akan berbagi 7 tips fotojurnalisme. Silahkan disimak :

1. Antisisapi (eh, maksud ane Antisipasi) :D

Saat momen penting datang, anda harus sudah siaga. Caranya? saat datang ke lokasi jangan bengong, banyak-banyaklah memotret dan mengasah kamera, dengan begitu saat momen terjadi kita tak lagi kaku dengan kamera.

2. Riset 
Saat ditugaskan disebuah tempat baru, anda harus mengetahui semua tentang lokasi tersebut, orang-orangnya dan cerita mengenai lokasi tersebut.

3. Bertemanlah

Dilokasi manapun dimana anda ditugaskan, carilah koneksi dan teman yang sangat vital dalam membantu memecahkan banyak masalah. Anda tidak akan tahu kapan membutuhkannya, namun anda pasti membutuhkannya.

4. Buatlah Prioritas

Dalam meng-cover sebuah berita, anda harus membuat prioritas dan harus bisa berfokus pada prioritas tertinggi anda. Tidak mungkin melakukan semuanya sekaligus.

5. Banyak Berlatih

Anda harus paham betul dengan kamera dan perlengkapan fotografi lainnya. Apapaun yang anda miliki, ketahui cara memaksimalkan dan menggunakannnya secara cepat. Saat momen datang, anda tidak lagi berkutat dalam setting kamera.

6. Berinteraksilah

Bergabung dengan fotografer lain memberi anda wawasan, informasi dan pengetahuan baru.

7. Jadilah Tidak terlihat saat Memotret Orang

Saat memotret orang, memotretlah dengan samar, jangan terlihat mencolok. Anda tidak datang ke wilayah privat seseorang dan bermain-main kamera disitu, anda ingin memotret ekspresi orang dalam keadaan paling natural, dan orang akan terlihat natural saat kita dan kamera kita seolah-olah tidak terlihat. Memotretlah secara samar dan tidak menghebohkan.

Inspirasi foto dari bawah

Mata kita dalam keseharian sudah terbiasa melihat lurus kedepan. Oleh karena itu untuk membuat foto yang dramatis, unik dan lain dari yang lain, kita harus mencoba memotret dari sudut yang tidak biasa dirasakan kebanyakan orang. Salah satu angle yang patut anda coba adalah memotret dari bawah.
Berikut beberapa foto yang bisa dijadikan inspirasi :
 
From Below


Untuk mencoba perspektif ini, anda harus melongok keatas, rebahan ke tanah atau sekedar jongkok lalu mencari sudut yang paling menarik yang tampak di viewfinder. Bagi orang yang lalu lalang mungkin terlihat aneh, tapi buat kita yang ingin menghasilkan foto yang bagus … priceless. :)

God's Wedding Gift

Memotret dari bawah juga menghasilkan kesan vertikal yang kokoh, elegan sekaligus lebih besar dari kenyataanya, terutama jika kita mengambilnya dengan lensa lebar

Look up!!

Jadi jika anda bingung, lain kali mendongaklah dan lihatlah pemandangan diatas sana dari dalam viewfinder kamera anda, karena apa yang anda lihat diatas tidak akan sama dengan apa yang anda lihat dibawah . Keep Enjoy !

Belajar fotografi : 8 Tips buat foto Urban Decay

Gedung tua yang tidak lagi dihuni? mall atau struktur tinggi menjulang yang dihentikan pembangunannya? Pasar bekas kebakaran? Rumah runtuh karena tidak dirawat dan tidak dihuni? Pabrik yang ditinggalkan karena bangkrut? Rongsokan mobil atau kereta api yang dimakan cuaca? Semuanya adalah obyek foto yang menarik. Dalam bahasa Inggris semua obyek tadi disebut Urban Decay. Kalau anda tinggal di kota besar atau sedang, obyek-obyek seperti ini relatif gampang ditemukan. Bukan cuma itu, foto-foto yang mengeksploitasi kondisi kota yang mulai memudar bisa disebut urban decay.

Foto urban decay menjadi genre tersendiri karena memiliki daya tarik yang lain. Kalau anda ingin memotret urban decay, berikut beberapa tips penting :
1. Bawalah Tripod
Obyek seperti diatas terkadang memiliki pencahayaan yang tidak cukup, karena semua jendela tertutup. Selain itu membawa tripod membuat kita bisa memotret HDR seperti dibawah ini:
Anybody Home? Anybody?
2. Bawalah Teman
Memotret didalam gedung runtuh atau pabrik yang ditutup, kadang rasanya spooky, syerem. Kalau anda orang yang bulu kuduknya gampang berdiri, ajaklah teman, semakin banyak semakin baik. Jangan biarkan rasa takut dan seram menghalangi proyek foto anda ini.
3. Bawalah Sepatu
Paku, kaca atau reruntuhan gedung yang berserakan di lantai membuat lebih aman memakai sepatu dibandingkan sandal. Maka bawalah sepatu. Makin kuat sol-nya makin bagus.
4. Maksimalkan Detail dan Tekstur
Foto-foto urban decay rata-rata memiliki ciri khas antara lain: tekstur yang menonjol serta permainan gelap terang yang kuat.Akan banyak tekstur yang bisa anda eksploitasi: tembok yang mengelupas, besi tua yang mulai berkarat, guratan kayu yang dimakan cuaca. Carilah cahaya samping (side lighting) untuk mengeksploitasi tekstur seperti dibawah ini:
Waiting For The Boy
5. Bawalah Lensa Lebar
Karena anda akan memotret di dalam ruangan yang bisa jadi sangat sempit, maka bawalah lensa lebar yang anda miliki utnuk memaksimalkan opsi anda. Kalau anda memiliki lensa makro, bawa sekalian untuk memotret detail seperti tips sebelumnya. Dengan lensa lebar anda juga bisa memotret keseluruhan sebuah gedung yang besar seperti dibawah ini:
cold cases
6. Panorama? Kenapa Tidak!
Memotret panorama tidak hanya untuk foto keindahan alam, urban decay pun bisa anda panoramakan seperti dibawah ini:
Urban Decay - Old Geelong Power Station
7. Carilah Garis dan Komposisilah Dengan Baik
Jangan lupakan komposisi dengan garis saat memotret urban decay, lihat seperti ini:
Urban Open Space
8. Buat Foto Hitam Putih
Seram, spooky, banyak bayangan gelap dan muram begitulah foto urban decay. Anda bisa mmemaksimalkan kesan dengan membuat foto hitam putih sekalian seperti ini:
Requiem For Abandoned Souls [01]
 Sekian Tips fotografi kali ini :)

Jumat, 14 September 2012

Tips dari Fotografer Sejati untuk anda !


Tips dari Fotografer Sejati untuk anda !

Foto Asli vs Olahan Digital (Digital Imaging): Pilihan
Fotografer Masa Kini?
oleh Mishbahul Munir, Poetrafoto Photography Studio
Dulu, ketika pertama kali saya belajar foto memfoto, awalnya hanya sekedar untuk pelengkap
tulisan atau berita yang saya buat.

“Kamu harus foto obyek yang kamu tulis atau yang kamu ceritakan, selain untuk menambah
daya tarik tulisanmu, adanya foto pasti menambah kekuatan berita atau cerita yang kamu
buat,”
Begitu pesan salah seorang Pimpinan Redaksi (Pimred) salah satu majalah keluarga di Indonesia
yang di sana saya pernah bergabung 2006-2008.


Tips dari Fotografer Sejati untuk anda !

Itu terjadi sekitar awal tahun 2006-an. Semenjak itu, setiap saya menulis berita atau feature (tulisan
berita yang bercerita) saya berusaha memotret obyek yang saya tulis, walaupun dengan kamera
seadanya. Rupanya, ketika saya bergabung dengan beberapa majalah dan tabloid, serta beberapa
kali menjadi kontributor salah satu koran harian di Jogja, saran dan masukan dari Redakturnya juga
hampir senada.

“Saya harus belajar memotret sebuah obyek atau moment“, itu intinya.
Nah, dari situlah, di awal tahun 2007, saya memulai benar-benar menyukai fotografi. Namun,
setelah saya memiliki kamera, dan bertemu dengan salah seorang mantan fotografer Koran Jawa
Pos, ketika dia sempat mengajari saya fotografi, dia berpesan singkat, dan hingga kini masih
membekas di hati saya. Pesannya begini:

“Jika kamu mau belajar fotografi dengan serius, belajarlah bagaimana memotret dengan alat
fotografi yang disebut kamera itu. Jangan sekali-kali pernah mengolah (edit) foto dimanapun.
Foto kamu harus murni berasal dari kameramu. Itulah, baru kamu disebut fotografer“.
Pesan inilah yang menjiwai hasil jepretan saya hingga saat ini. Sampai saat ini, saya cukup buta
akan editing foto. Paling-paling, saya cuman bisa framing, resize, sharpen, dan memberi caption di
foto. Sudah, itu saja.



Namun, akhir 2008, ketika saya berkesempatan bertemu dan memotret bareng dengan seorang
fotografer kawakan dari Magelang, om Heri Wiyanto, ketika berdiskusi beliau punya pendapat yang
berbeda.

“Memang, betul apa yang menjadi prinsip kamu. Bahwa, kalau memang mau jadi fotografer
ya harus belajar memotret dengan kamera, bukan dengan mengolah foto jelek menjadi bagus
dengan olahan digital di komputer. Tapi, menurutku, sekarang sudah bukan jamannya lagi.
Jika kita tidak bisa oldig, konsumen tak mau tahu. Mereka itu hanya mau tahu hasil akhirnya
saja.”
Itu pendapat beliau. Beliau pun berkata, bahwa, memang fotografi murni masih berlaku dalam
beberapa genre fotografi, beliau mencontohkan seperti fotografi jurnalistik. Aliran fotografi ini
membutuhkan kemurnian dan keaslian moment atau obyek yang di foto.

“Nah, untuk modeling, jelas sangat berbeda. Editing sangat dibutuhkan di situ. Wajah model
butuh dihaluskan dan diberi asesoris untuk keindahannya. Sama dengan prewedding atau
wedding photography, konsumen cuman hanya tahu, foto hasil cetak akhirnya bagus. Udah,
titik. Jadi, sekarang, keahlian fotografi harus juga diimbangi dengan editing. Kalau tidak, kita
pasti ketinggalan dengan yang lain.” kata beliau.

Lalu, bagaimana menurut Anda? :)


Document from http://blog.poetrafoto.com
"dokumen ini diperbolehkan untuk diperbanyak, di‐copy, dan atau disebarluaskan untuk kepentingan pembelajaran bersama dengan tetap menyebutkan Nama Penulis
dan alamat web Publisher" :)

Kamis, 05 Juli 2012

Rahasia agar cantik saat berfoto




Tidak semua orang nyaman ketika di foto. Banyak dari mereka yang juga sering menghapus foto yang di-tag oleh teman di Facebook, karena merasa malu dengan wajah yang aneh saat di foto.

Keith Lathrop, fotografer yang berbasis di New York mengatakan, agar menjadi fotogenik, Anda harus mengetahui tubuh Anda.


"Setiap orang memiliki sudut terbaik, sehingga Anda harus terus mencari dan berani di foto untuk menemukannya," papar Lathrop.


Seperti dirangkum dari Glo.MSN, berikut beberapa tips agar Anda terlihat menarik saat di foto. Ini dia!


1. Ketahui Angle Terbaik

Menurut Lathrop, ketahui semua tentang angle. "Dasar praktis adalah sudut tiga perempat," paparnya.

"Dalam posisi berdiri atau duduk, pastikan selalu posisi bahu dan pinggul berada di angle kamera" tambah Lathrop


Dengan pose seperti ini, Anda terlihat lebih langsing. Untuk posisi duduk, Lathrop menyarankan untuk menyilangkan kaki Anda di lutut. Posisi ini akan mengkamuflase penampilan selulit.


2. Pose

Bingung tangan harus diletakkan di mana? Lathrop menyarankan, tempatkan tangan di pinggul dan tumpukan berat badan di salah satu kaki. Jika Anda lebih besar di tengah, cobalah tempatkan tangan Anda di pinggang bukan pinggul. Untuk menonjolkan bagian terkecil dari pinggang Anda.

3. Memakai Warna Netral

Fotografer dan make-up artist setuju untuk menggunakan warna-warna netral saat di foto. Gunakan make-up dan pakaian dengan warna hangat dan netral. Lathrop merekomendasikan nuansa coklat, kuning gading dan oranye untuk pakaian.

Make-up artist, Travis Culberson menyarankan untuk menggunakan warna pink untuk rias wajah. "Warna pink muda merupakan make-up terbaik."


Pastikan, warna-warna yang digunakan dekat dengan warna kulit sehingga meminimalisir kesalahan fashion, terutama di bawah cahaya terang atau flash.


4. Membersihkan Wajah dan Menerapkan Make-up

Rahasia foto yang sempurna adalah wajah yang bersih. "Anda harus membersihkan wajah dengan make-up remover, sabun dan toner lalu terapkan pelembab."

Make-up artist yang pernah bekerja untuk Tyra Banks Show itu menyarankan untuk menggunakan concealer meskipun wajah Anda putih dan tanpa noda. Gunanya untuk meratakan warna kulit.


5. Percaya Diri

Banyak yang mengatakan, 'percaya diri adalah aksesori terbaik'. Lathrop mengatakan, cara terbaik untuk wajah rileks adalah senyum lebar dan angkat alis Anda. Memang tidak mudah untuk tetap menjaga ekspresi natural. Untuk mendapatkannya, sebelum memulai pose, hitung '1,2,3 lalu katakan cheese!' untuk membuat senyuman lebih lepas.

Minggu, 01 Juli 2012

Tutorial photoshop : efek zoom dengan filter radial blur

 radial-blur-final.jpg

OK, tanpa panjang lebar lagi kita akan membahas cara memanfaatkan filter radial blur yang tersedia di Photoshop untuk menghasilkan foto dengan efek zoom (seolah-olah anda menggerakkan zoom di lensa sembari mengambil foto) seperti diatas. Langsung saja kita mulai:

  1. Buka foto yang akan dipakai di Photoshop

  2. radial-blur-1.jpg
    2. Di menu, klik Filter >> Blur >> Radial Blur

      002.jpg

    3. Saat muncul kotak dialog, saya pilih seperti ini:
      opsi.jpg
      Pada intinya, gerakkan pusat blur di area yang anda inginkan dengan menge-drag kursor dengan mouse. Klik OK dan jadilah sudah. Anda akan memperoleh hasil akhir seperti diatas.

bagi yang suka mengedit foto menggunakan photoshop, ini dia pluginnya

kali ini kita akan mengulas 5 plugin gratisan, benar-benar gratis, Rp. 0. Lima plugin dibawah ini meskipun gratis namun berkualitas, jadi silahkan pilih mana yang cocok sesuai kebutuhan anda, lalu download saja langsung. Sebagai catatan, plugin-plugin ini kecuali Pixel Bender kompatibel dengan Photoshop CS3 keatas.

OnOne Perfect Effects 3

Perfect Effects Free Edition - onOne Software

OnOne Perfect Effects 3 adalah plugin bikinan OnOne Software, salah satu pembuat plugin ternama. Mereka merilis versi gratis dari plugin mereka yang sangat populer, PhotoTools. Anda bisa mengutak-atik foto anda dengan beragam efek dan filter: cross process, cyanotype, sepia dan vintage. Kalau anda menyukainya, silahkan di unduh disini.

Dreamy Photo

Auto FX Software : Dreamy Photo
Dreamy Photo adalah plugin yang bisa membuat foto anda memiliki aura mistis seperti alam mimpi. Didalam plugin ini anda bisa menemukan setelan untuk soft-glow, blurry zoom, soft focus dan sebagainya. Jika anda menyukai tampilan foto diatas, kenapa anda tidak mendownloadnya disini?

Photoshop Edge FX 2.3


Photoshop Edge FX adalah plugin yang dibuat oleh Sebastien Piconnier. Kegunaan utama plugin ini adalah untuk memberi foto-foto anda frame yang unik. Plugin ini memberi anda koleksi 60 macam frame yang bisa anda atur ulang sesuai selera. Anda juga bisa memberi efek tambahaman macam Glow atau Drop Shadow. Kalau anda tertarik untuk menambahi frame di foto-foto anda, download disini.

Pixel Bender

Pixel Bender
Pixel Bender adalah plugin yang dikeluarkan Adobe sendiri, sang pembuat Photoshop. Plugin ini bersifat eksperimental, kegunaan utamanya adalah anda bisa memelintir foto anda seperti yang terlihat diatas, jeni pelintirannya bisa bermacam-macam. Anda bisa mendownloadnya disini. Oh ya, foto ini hanya kompatibel dengan Photoshop CS4 dan CS5.

mendapatkan hasil yang baik dengan menggunakan kamera saku



Saya rasa banyak sekali tulisan yang membahas tentang tips memotret makro dengan menggunakan kamera SLR, tapi jika anda belum memiliki kamera SLR jangan berkecil hati. Kamera saku juga mampu menghasilkan foto makro (close – up). ini dia tips-nya :
Gunakan timer
Manfaatkan timer yang ada di kamera saku anda sehingga gambar yang dihasilkan jauh lebih tajam. Saat jari memencet tombol shutter di kamera, maka goyangan kamera akan membuat foto anda tidak tajam, untuk itulah timer akan sangat berguna karena kita bisa mengaktifkan kamera tanpa harus memencet tombol shutter. Anda membutuhkan tripod supaya lebih enak dalam memanfaatkan timer.
Lighting
Menggunakan flash di kamera saku justru akan menghasilkan foto yang tidak terlalu bagus. Matikan flash dan manfaatkan cahaya matahari tidak langsung, misalnya cahaya dari jendela atau saat mendung. Cahaya matahari langsung akan terlalu keras untuk kamera anda. Anda juga bisa memanfaatkan reflektor sederhana misalnya kertas putih, styrofoam atau alumunium foil untuk menerangi obyek yang terlalu gelap.
Fokus
Jika memungkinkan, gunakan setting manual focus, sehingga anda lebih leluasa menentukan dimana titik yang ingin anda anggap sebagai titik fokus. Biasanya dalam mode makro, settingan fokus manual akan jauh lebih mudah dilakukan dibanding auto fokus.



Gunakan Mode Makro
Pilih mode ini jika anda ingin memaksimalkan fitur makro yang sudah di setel oleh produsen kamera saku. Mode makro biasanya disimbolkan dengan ikon bunga di kamera anda. Jika anda memilih mode ini, anda memberitahu kamera bahwa anda ingin memotret dengan jarak fokus yang lebih dekat dibanding biasanya (jarak fokus terdekat biasanya berbeda dari kamera satu ke kamera lainnya). Mode makro juga berarti kamera akan memilih aperture yang besar, sehingga obyek dalam fokus akan tajam sementara background-nya sedikit kabur.

Tips agar foto travel anda unik


  Saat traveling atau berwisata adalah saat yang menyenangkan untuk menambah  foto-foto di katalog kita sambil mengasah kemampuan memotret. Suasana baru, tempat baru , orang-orang baru dengan rutinitas yang berbeda dari yang kita lihat sehari-hari, landmark suatu tempat, semua adalah obyek foto yang menarik. Agar foto travel kita terlihat unik, ikuti tips berikut :


1. Beranikan diri berbicara dengan orang asing
Beranikan diri meminta foto potret orang asing dengan karakter menarik membuat foto kita langsung unik. Tidak gampang memang kalau anda tipe orang yang pemalu, butuh keberanian untuk mengubah sifat dasar, tapi kalau memang bisa hasilnya pasti setimpal. Untuk foto potret saat traveling, mintalah ijin dengan sopan, bapak-bapak yang sedang bekerja disawah atau ibu-ibu penjual makanan di pasar biasanya akan dengan senang hati berpose untuk anda. Setelah itu tunjukkan hasil foto di LCD kamera supaya mereka senang.




2. Untuk foto potret travel, gunakan lensa lebar

Saat traveling dan ingin foto potret seseorang, gunakan lensa lebar. Foto potret dengan lensa lebar memberi kesan akrab dan sekaligus menunjukkan lingkungan dimana foto tersebut diambil. Saat anda naik perahu dayung, fotolah si tukang dayung sekaligus tunjukkan keindahan danau/laut dimana anda berada.

3. Bawa peralatan yang simpel dan ringkas

Saat traveling adalah saat yang tepat anda melupakan lensa-lensa berat dan besar, lebih enak kita menggunakan lensa kecil atau bahkan menggunakan kamera mirrorless atau kamera saku sekalian. Kalau anda punya lensa sapujagat superzoom ini saat yang tepat membawanya. Selain tidak ribet dan pegel, saat menggunakan peralatan yang kecil dan simpel membuat kita tampak seperti turis dan bukan fotografer, bikin orang juga lebih friendly.

4. Sebelum berangkat, cari informasi mengenai tempat tujuan travel anda

Kalau anda pergi ke candi borobudur, cari tahu jam buka dan tutup lokasi candi, siapa tahu anda bisa memotret sunrise disana. Cari juga contoh-contoh foto para pelancong lain yang sudah pernah memotret Candi Borobudur. Selain itu anda juga bisa melihat-lihat foto postcard tempat tujuan travel kalau ada.


5. Rencanakan dengan baik

Selain merencanakan perjalanan itu sendiri, pikirkan mengenai kebutuhan fotografi anda. Pastikan membawa memory card yang cukup, atau paling tidak bawalah laptop jadi saat malam anda bisa mengosongkan isi memory card yang sudah penuh.


6. Tantang diri anda sendiri

Terkadang kita sudah pernah mengunjungi sebuah tempat dan kemudian balik lagi kesitu, usahakan memotret dari spot yang berbeda, angle yang berbeda atau waktu yang berbeda. Cobalah angle yang tidak biasa supaya foto-foto anda terlihat lebih unik.
Oke selamat berjalan-jalan. Good luck . semoga beruntung . wkwkwkk :D

 
[Gunakan Mozilla firefox untuk tampilan Terbaik] Mohon maaf apabila setelah membaca artikel dalam blog ini anda mengalami diare, muntaber, tumbuh kumis, impotensi, bokong bernanah dan lain sebagainya. Hubungi Admin apabila sakit berlanjut [Kebijaksanaan pemirsa sangat dibutuhkan]
Diberdayakan oleh Blogger.